Pada awal abad pertengahan, sebagian besar
alat-alat yang dipergunakan selama abad pertengahan memang merupakan warisan
dari bangsa Yunani dan Romawi. Karena langsung mewarisi sistem pertanian
Romawi, teknologi pertanian awal abad pertengahan masih menerapkan alat-alat
kuno, seperti cangkul, sabit pemangkas, ember, gunting bulu domba, bajak,
sekop, kereta, grobak, arit, sabit besar, pengerik biji-bijian, gandar, alat
pemangkas anggur, alat pemeras sari buah apel dan batu gerinda. Namun pada
periode ini juga terjadi sejumlah penemuan yang berarti, yakni sanggurdi dan
leher kuda. Garu atau penyisir tanah juga merupakan penamuan awal abad
pertengahan, satu penemuan yang cukup monumental dalam sejarah teknologi
pertanian.
Dalam teknologi pertukanagan, boleh dikatakan tidak
terjadi penemuan baru. Alat-alat tukang kayu, misalnya seperti palu, gergaji,
kapak, beliung, gurdi atau bor, penarah dan pahat, semuanya telah ada sejak
zaman Yunani-Romawi. Demikian pula dengan perkakas tukang batu, misalnya
seperti tang, dan puputan telah dikenal sejak sebelum masehi. Demikian pula
dengan perlengkapan para ahli bedah, misalnya seperti gunting tang, pisau bedah
dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa teknologi pada abad pertengahan dari aspek-aspeknya:
1. Pertanian Salah satu dari semua penemuan terpenting di bidang pertanian adalah alat giling. Penemuan ini merupakan penerapan prinsip gerak roda penggilingan biji padi-padian, penggilingan kuno belum menggunakan roda. Alat semacam ini ternyata dikenal dalam setiap masyarakat selama Zaman Batu Baru dan Perunggu.
2. Penenunan Penenunan sudah dikenal sejak Zaman Batu Baru. Dalam penenunan kain dipergunakan dua set serat atau akar yang seperti benang. Kedua serat yang membentang sepanjang panjangnya kain itu disebut warp (pelengkung). Sedangkan alat yang mengulurkan pelengkung secara bolak-balik itu disebut woof (pakan). Pada mulanya perkakas tenun ini amatlah sederhana. Namun, selama zaman Yunani-Romawi terjadi usaha modifikasi, yang kemudian diwarisi bangsa Eropa abad pertengahan. Perkakas tenun yang sudah dimodifikasi ini berupa silinder kayu tempat ujung-ujung pelengkung diikatan, batang pelepas yang merentangkan pelengkung, tali-taliyang dirancang untuk mengendalikan benang-benang pelengkung, tali-tali yang dirancang untuk mengendalikan benang-benang pelengkung kumparan yang membolak-balik pakan, dan buluh atau sejenis bambu untuk mengangkat pelengkung. Perkakas tenun semacam ini lazim dikenal selama zaman Romawi.
3. Pemintalan Proses pemintalan sama tuanya dengan penemuan proses penenunan. Tongkat tempat wol atau rami digulungkan ditahan dengan tangan kiri. Benang yang dipilin diikatkan pada gelondong tongkat kayu yang panjangnya sekitar satu kaki dan kedua ujungnya dibuat runcing dan salah satunya untuk pengait.
Berikut adalah beberapa teknologi pada abad pertengahan dari aspek-aspeknya:
1. Pertanian Salah satu dari semua penemuan terpenting di bidang pertanian adalah alat giling. Penemuan ini merupakan penerapan prinsip gerak roda penggilingan biji padi-padian, penggilingan kuno belum menggunakan roda. Alat semacam ini ternyata dikenal dalam setiap masyarakat selama Zaman Batu Baru dan Perunggu.
2. Penenunan Penenunan sudah dikenal sejak Zaman Batu Baru. Dalam penenunan kain dipergunakan dua set serat atau akar yang seperti benang. Kedua serat yang membentang sepanjang panjangnya kain itu disebut warp (pelengkung). Sedangkan alat yang mengulurkan pelengkung secara bolak-balik itu disebut woof (pakan). Pada mulanya perkakas tenun ini amatlah sederhana. Namun, selama zaman Yunani-Romawi terjadi usaha modifikasi, yang kemudian diwarisi bangsa Eropa abad pertengahan. Perkakas tenun yang sudah dimodifikasi ini berupa silinder kayu tempat ujung-ujung pelengkung diikatan, batang pelepas yang merentangkan pelengkung, tali-taliyang dirancang untuk mengendalikan benang-benang pelengkung, tali-tali yang dirancang untuk mengendalikan benang-benang pelengkung kumparan yang membolak-balik pakan, dan buluh atau sejenis bambu untuk mengangkat pelengkung. Perkakas tenun semacam ini lazim dikenal selama zaman Romawi.
3. Pemintalan Proses pemintalan sama tuanya dengan penemuan proses penenunan. Tongkat tempat wol atau rami digulungkan ditahan dengan tangan kiri. Benang yang dipilin diikatkan pada gelondong tongkat kayu yang panjangnya sekitar satu kaki dan kedua ujungnya dibuat runcing dan salah satunya untuk pengait.
4. Navigasi
Kompas dan Cross-staff
Navigasi mengalami perkembangan yang cukup berarti pada Abad
Pertengahan. Sejak zaman kuno, para pelaut telah terbiasa mengatur peleyaran
mereka dengan mendasarkan diri pada letak bintang-bintang. Setelah tahun 1300
para pelaut mulai lebih menyandarkan diri pada kompas, daripada mengamati letak
bintang-bintang. Penemuan Kompas ini kemungkinan ditemukan oleh orang Cina.
5. Astrolabe dan Armillary Sphere
Kompas dan Cross-staff
Navigasi mengalami perkembangan yang cukup berarti pada Abad
Pertengahan. Sejak zaman kuno, para pelaut telah terbiasa mengatur peleyaran
mereka dengan mendasarkan diri pada letak bintang-bintang. Setelah tahun 1300
para pelaut mulai lebih menyandarkan diri pada kompas, daripada mengamati letak
bintang-bintang. Penemuan Kompas ini kemungkinan ditemukan oleh orang Cina.5. Astrolabe dan Armillary Sphere
Astrolable telah
digunakan sejak zaman Yunani kuno. Seperti cross-staff, alat ini digunakan
untuk mengetahui ketinggian bintang-bintang. Astrolabe berbentuk lempengan
tembaga yang bulat yang dibagi ke dalam 360 derajat. Sebuah penunjuk, yang
dilengkapi dengan sasarannya serta diikatkan di tengah.
6. Perkapalan
Perkapalan terus mengalami perkembangan selama
Abad Pertengahan. Sampan dan kapal-kapal besar telah ada di kawasan Laut Tengah
jauh sebelum zaman Homerus. Selama zaman Yunan-Romawi, kapal dibuat lebih
besar, cepat, dan mewah, kapal juga dilengkapi dengan menara tempur kecil baik
di bagian depan maupun butirannya. Hal ini dimaksudkan untuk menangkal bahaya
serangan para bajak laut.
7. Militer
6. Perkapalan
Perkapalan terus mengalami perkembangan selama Abad Pertengahan. Sampan dan kapal-kapal besar telah ada di kawasan Laut Tengah jauh sebelum zaman Homerus. Selama zaman Yunan-Romawi, kapal dibuat lebih besar, cepat, dan mewah, kapal juga dilengkapi dengan menara tempur kecil baik di bagian depan maupun butirannya. Hal ini dimaksudkan untuk menangkal bahaya serangan para bajak laut.
7. Militer
Salah satu senjata para prajurit abad
pertengahan adalah busur. Senjata ini sebenarnya juga sudah digunakan para
prajurit Romawi. Pada abbad pertengahan telah mengalami berbagai modifikasi.
Slah satu modifikasi yang penting adalah dotemukannya alat penembak busur
sebelum abad XI. Dengan crossbow ini, busur atau anak panah secara horizontal
dipasang pada sebilah kayu yang panjangnya beberapa kaki.
8. Artileri
Para komandan militer abad pertengahan
memiliki berbagai jenis persenjataan warisan artileri Yunani-Romawi. Yang
paling sederhana adalah ketapel, semacam alat pelembar batu. Senjata lainnya
adalah ballista, yang bentuknya agak mirip crossbow yang besar. Senjata lainnya
adalah trebuchet, yang ukurannya dan bentuknya seperti ketapel, tetapi mampu
melempar batu dengan ukuran besar.
9. Baju Baja (Zirah)
8. Artileri
Para komandan militer abad pertengahan memiliki berbagai jenis persenjataan warisan artileri Yunani-Romawi. Yang paling sederhana adalah ketapel, semacam alat pelembar batu. Senjata lainnya adalah ballista, yang bentuknya agak mirip crossbow yang besar. Senjata lainnya adalah trebuchet, yang ukurannya dan bentuknya seperti ketapel, tetapi mampu melempar batu dengan ukuran besar.
9. Baju Baja (Zirah)
Para perajin abad pertengahan memiliki kejelian yang lumayan
dalam menyempurnakan zirah atau baju baja. Para prajurit abad pertengahan tubuh
mereka dilindungi dengan zirah, yang memanjang dari leher hingga atas lutut,
menutupi lengan dan siku, dan terbelah di bagian depan dan belakang sehingga
pemakainya masih memungkinkan untuk naik kuda.
10. Senjata Api
Penemuan dan penyempurnaan senjata api menjadi
faktor yang sangat berarti dalam kehidupan bangsa Eropa selama Abad
Pertengahan. Pada mulanya peluru meriam dibuat dari batu, dan pembuatnya adalah
tukang batu. Ukurannya tidak mungkin dibuat sama. Demikian pula dengan senjata
api laras besar yang terbuat dari lempengan-lempengan baja. Tetapi secara
bertahap pembuat senjata api ini semakin mampu membikin merian yang lebih
sempurna. Meriam hasil pembuatan akhir Abad Pertengahan mampu meruntuhkan
tembok kastil yang paling kuat sekalipun.
Senjata lars tangan pada mulanya juga sangat
tidak akurat. Menjelang tahun 1500 senjata laras tangan ini diperlengkapi
dengan kokang yang menarik deretan yang ditembakan dengan pelatuknya. Senjata
semacam ini disebut matchlock. Para bangsawan, yang dulu dapat mengamankan
dirinya dengan berlindung dibalik tembok tebal kasti-kastil mereka, ini tak
dapat lagi menikmati suatu perlindungan yang memadai. Kemiliteran mereka mulai
merosot, prajurit yang berbaju besi sekalipun dapat tewas oleh prajurit api
laras tangan yang ditembakkan oleh pasukan infantri.
11. Pengukuran waktu
Khronometer
Sebelum zaman Romawi-Yunani manusia sudah
mengenal semacam alat penunjuk waktu dengan bantuan bayangan sinar matahari
serta apa yang disebut jam pasir, yang lazim digunakan bahkan hingga tahun
1800. bangsa Yunani kuno telah mengembangkkan apa yang disebut clepsydra atau
jam air.
Perkembangan jam mekanis merupakan hal yang
penting dalam sejarah peradaban. Jam adalah alat yang terdiri dari serangkaian
roda-roda kecil yang digerakkan oleh pegas atau batu, yang dilengkapi dengan
alat pengukur dan penunjuk waktu. Inovasi besar dalam pembuatan jam terjadi
sekitar tahun 1500 yakni ketika Peter Henlein dari Nuremberg membuat jam ini
atau yang disebut arloji.
12. Percetakan dan Kertas
Percatakan termasuk penemuan besar pada akhir
Abad Pertengahan. Di Athena, Alexandria dan Roma orang-orang yang pandai
menulis rapi melakukan penyalinan karya-karya besar. Dengan penyalinan yang
sedemikian ini harga buku menjadi mahal, sehingga hanya beberapa segelintir
orang yang bisa mendapatkan buku.
Hampir sepanjang Abad Pertengahan orang mengunakan kertas yang
berbahan dari kulit binatang, untuk membuat naskah-naskah. Menjelang akhir Abad
Pertengahan, kertas digeser menjadi menggunakan perkamen. Puncak keberhasilan
inovasi atau bahkan penemuan adalah nerhasil dicetaknya injil 36 baris pada tahun
1455. dengan demikian penemuan mesin cetak ini berjasa besar dalam penyebaran
ide-ide. Penemuain mesin cetak ini menandai akhir Abad Pertengahan dan awal
Zaman Baru dalam sejarah intelektual.
Pada akhir Abad Pertengahan, ilmu pengetahuan di Eropa telah barhasil menyusul orang-orang zaman dahulu bahkan melewati kemampuan orang zaman dahulu.Teknologi yang menarik orang-orang itu praktis, tidak
teoretis. Mereka mencari cara yang lebih baik untuk melakukan berbagai hal,
baik untuk membuat hidup lebih baik nyaman dan untuk meningkatkan bisnis.
Mereka tertarik pada pengertian dunia alami karena mereka memiliki semakin
banyak waktu luang untuk kontemplasi.Dasar-dasar matematika dan sains diperoleh dari umat
Islam Semenanjung Iberia dan Sisilia ketika orang-orang Kristen mengambil alih
kembali daerah-daerah itu.Sejak itu, umat Islam telah secara aktif mempelajari ilmu
ilmu para pendahulu dan gagasan-gagasan baru dari Asiaawal Abad Pertengahan. Orang-orang Muslim meneruskan
angka-angka Arab yang digunakan hari inidan konsep nol, ditemukan di India.Penelitian praktis mulai menantang logika dalam upaya
untuk memahamihukum alam. Nilai observasi, eksperimen, dan empiris(dihitung) bukti sebagai dukungan dan bukti teori diakui.
Ini memimpinuntuk metode ilmiah Renaissance kemudian, yang merupakan
dasar untuk semuapenelitian ilmiah modern. Orang Yunani kuno telah
menyarankan hal ilmiah metode, tetapi jatuh tidak disukai dan telah dilupakan.
10. Senjata Api
Penemuan dan penyempurnaan senjata api menjadi faktor yang sangat berarti dalam kehidupan bangsa Eropa selama Abad Pertengahan. Pada mulanya peluru meriam dibuat dari batu, dan pembuatnya adalah tukang batu. Ukurannya tidak mungkin dibuat sama. Demikian pula dengan senjata api laras besar yang terbuat dari lempengan-lempengan baja. Tetapi secara bertahap pembuat senjata api ini semakin mampu membikin merian yang lebih sempurna. Meriam hasil pembuatan akhir Abad Pertengahan mampu meruntuhkan tembok kastil yang paling kuat sekalipun.
Senjata lars tangan pada mulanya juga sangat tidak akurat. Menjelang tahun 1500 senjata laras tangan ini diperlengkapi dengan kokang yang menarik deretan yang ditembakan dengan pelatuknya. Senjata semacam ini disebut matchlock. Para bangsawan, yang dulu dapat mengamankan dirinya dengan berlindung dibalik tembok tebal kasti-kastil mereka, ini tak dapat lagi menikmati suatu perlindungan yang memadai. Kemiliteran mereka mulai merosot, prajurit yang berbaju besi sekalipun dapat tewas oleh prajurit api laras tangan yang ditembakkan oleh pasukan infantri.
11. Pengukuran waktu
Khronometer
Sebelum zaman Romawi-Yunani manusia sudah mengenal semacam alat penunjuk waktu dengan bantuan bayangan sinar matahari serta apa yang disebut jam pasir, yang lazim digunakan bahkan hingga tahun 1800. bangsa Yunani kuno telah mengembangkkan apa yang disebut clepsydra atau jam air.
Perkembangan jam mekanis merupakan hal yang penting dalam sejarah peradaban. Jam adalah alat yang terdiri dari serangkaian roda-roda kecil yang digerakkan oleh pegas atau batu, yang dilengkapi dengan alat pengukur dan penunjuk waktu. Inovasi besar dalam pembuatan jam terjadi sekitar tahun 1500 yakni ketika Peter Henlein dari Nuremberg membuat jam ini atau yang disebut arloji.
12. Percetakan dan Kertas
Percatakan termasuk penemuan besar pada akhir Abad Pertengahan. Di Athena, Alexandria dan Roma orang-orang yang pandai menulis rapi melakukan penyalinan karya-karya besar. Dengan penyalinan yang sedemikian ini harga buku menjadi mahal, sehingga hanya beberapa segelintir orang yang bisa mendapatkan buku.
Hampir sepanjang Abad Pertengahan orang mengunakan kertas yang berbahan dari kulit binatang, untuk membuat naskah-naskah. Menjelang akhir Abad Pertengahan, kertas digeser menjadi menggunakan perkamen. Puncak keberhasilan inovasi atau bahkan penemuan adalah nerhasil dicetaknya injil 36 baris pada tahun 1455. dengan demikian penemuan mesin cetak ini berjasa besar dalam penyebaran ide-ide. Penemuain mesin cetak ini menandai akhir Abad Pertengahan dan awal Zaman Baru dalam sejarah intelektual.
Pada akhir Abad Pertengahan, ilmu pengetahuan di Eropa telah barhasil menyusul orang-orang zaman dahulu bahkan melewati kemampuan orang zaman dahulu.Teknologi yang menarik orang-orang itu praktis, tidak teoretis. Mereka mencari cara yang lebih baik untuk melakukan berbagai hal, baik untuk membuat hidup lebih baik nyaman dan untuk meningkatkan bisnis. Mereka tertarik pada pengertian dunia alami karena mereka memiliki semakin banyak waktu luang untuk kontemplasi.Dasar-dasar matematika dan sains diperoleh dari umat Islam Semenanjung Iberia dan Sisilia ketika orang-orang Kristen mengambil alih kembali daerah-daerah itu.Sejak itu, umat Islam telah secara aktif mempelajari ilmu ilmu para pendahulu dan gagasan-gagasan baru dari Asiaawal Abad Pertengahan. Orang-orang Muslim meneruskan angka-angka Arab yang digunakan hari inidan konsep nol, ditemukan di India.Penelitian praktis mulai menantang logika dalam upaya untuk memahamihukum alam. Nilai observasi, eksperimen, dan empiris(dihitung) bukti sebagai dukungan dan bukti teori diakui. Ini memimpinuntuk metode ilmiah Renaissance kemudian, yang merupakan dasar untuk semuapenelitian ilmiah modern. Orang Yunani kuno telah menyarankan hal ilmiah metode, tetapi jatuh tidak disukai dan telah dilupakan.


